ads
Tampilkan postingan dengan label Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Pengobatan Unik Mesir Kuno untuk Sakit Gigi

http://statik.tempo.co/data/2011/09/12/id_90424/90424_475.jpg
Para ilmuwan menemukan kasus terburuk dari masalah gigi yang pernah mereka teliti pada sebuah mumi Mesir kuno. Dari susunan gigi yang terpindai melalui CT scan, orang-orang Mesir kuno itu mencoba melakukan pengobatan unik.

Mereka menemukan bukti adanya infeksi sinus karena gigi berlubang dan masalah gigi lainnya pada mumi yang berusia 2.100 tahun. Kemungkinan masalah gigi ini membuat mereka berisiko mati. Selain itu, para ilmuwan juga mendapati banyak rongga unik pada gigi mumi yang diyakini berasal dari Thebes. Gigi para mumi tersebut diisi dengan linen.

Kedokteran gigi adalah hal yang baru pada zaman Mesir kuno. Catatan kuno menunjukkan praktek ini dilakukan setidaknya pada saat pembangunan Piramida Agung. Masalah gigi juga tak biasa pada saat itu.

Menurut Andrew Wade dari Universtas Western Ontario, peneliti dalam jurnal internasional Paleopathology, mereka menggunakan CT scan beresolusi tinggi untuk memindai gigi dan tubuh mumi. Para peneliti mengatakan bahwa kasus ini adalah yang pertama diketahui adanya pengobatan balutan yang dilakukan Mesir kuno.

Orang-orang Mesir kuno itu menggunakan sepotong linen (semacam kain) yang kemungkinan dicelupkan dulu ke dalam obat seperti jus ara atau minyak cedar. Kemudian potongan itu disumpalkan ke dalam rongga terbesar yang menyakitkan.

Menurut para peneliti, barangkali tindakan ini dilakukan untuk menghalangi makanan masuk ke dalam lubang gigi. Sedangkan obat-obatan yang dicelupkan itu dimaksudkan untuk mengobati rasa sakit.

Ketika manusia asal Mesir yang berusia sekitar 20-30-an tahun ini meninggal, otak dan banyak organ-organ tubuhnya diambil. Lalu resin dimasukkan ke dalam tubuh dan kemudian dibungkus. Anehnya, para pembalsem meninggalkan organ hatinya di dalam tubuh. Menurut para peneliti, kemungkinan ini dilakukan sebagai tanda bahwa si mumi berasal dari kaum elite.

Sumber

Selasa, 25 September 2012

0-kisah-kelahiran-yang-unik-dan-aneh.html

1. Wanita yang melahirkan anak-anak dengan waktu kelahiran yang unik



Seorang ibu rumah tangga di Michigan bernama Barbara Sopher, merayakan ulang tahun putrinya, Cearra pada tanggal 10, bulan 10, tahun 2010 (10/10/10), diikuti dengan putranya yang lahir pada tanggal 9, bulan 9, tahun 2009 (09/09/09), dan seorang lagi putrinya yang lahir pada tanggal 8, bulan 8, tahun 2008 (08/08/08). Memang sungguh benar-benar aneh, namun Barbara mengaku bahwa ia dan suaminya tidak pernah merencanakan pola kelahiran anak-anaknya yang unik tersebut.

2. Bayi yang lahir jam 1:11 pada 01.11.2011


Seorang wanita di Minnesota melahirkan tepat pada jam 1.11 a.m, selasa, 11 Januari 2011. Mereka melihat pada jam di saat detik-detik peristiwa kelahiran putri mereka.

3. Saudari kembar yang melahirkan di hari dan di rumah sakit yang sama

Amy Gilbert dan Allison Oliverio yang keduanya berusia 25 tahun, keduanya sama-sama melahirkan di rumah sakit yang sama di kamar yang bersebelahan. Proses melahirkan mereka juga ditangani oleh dokter yang sama. Amy melahirkan bayi yang dinamai Claire, dan Allison melahirkan bayi bernama Garret. Dahulu keduanya menikahi kekasih mereka di masa SMU, dan beda waktu pernikahan mereka berjarak 6 bulan. Mereka mengaku bahwa mereka tidak merencanakan untuk hamil bersama. Dan uniknya, beda kelahiran anaknya berbeda waktu 14 menit, beda beratnya 14 pound, dan beda ukuran tubuhnya 14 inchi.

4. 5 Anggota keluarga yang dilahirkan pada tanggal yang sama

Sungguh benar-benar mengejutkan, 5 anggota dari satu keluarga lahir pada tanggal yang sama. Yang paling muda bernama Mila, yang lahir pada tanggal 29 Maret 2010. Keunikan ini dimulai 70 tahun yang lalu oleh Anita Marshall, diikuti dengan putrinya serta cucu-cucunya yang memiliki tanggal kelahiran yang sama dengan dirinya.

5. Wanita yang melahirkan dengan operasi caesar yang dilakukannya sendiri

Ines Ramirez adalah satu-satunya wanita yang diketahui melakukan operasi caesar sendiri pada proses melahirkan anaknya. Saat itu malam sudah tiba, klinik terdekat berjarak 80 km, sementara suaminya sedang berada di kantin dan tidak ada telepon untuk menghubunginya. Di saat itu, ibu beranak 6 berumur 40 tahun itu terbaring di kursi kayu, dia mengambil alkohol dan sebuah pisau dan mulai memotong perutnya. Dengan penerangan lampu seadanya, dia mulai mengiris sampai ke dalam uterus dan menarik bayi laki-laki dari dalam perutnya. Setelah memotong tali pusar sang bayi, akhirnya dia pingsan, dan setelah sadar kembali, dia menutup luka di perutnya dengan sweater dan menyuruh putranya yang berusia 6 tahun untuk meminta pertolongan. Beberapa jam kemudian, seorang asisten kesehatan datang dan membawanya ke klinik dengan menempuh waktu 2 jam.

6. Wanita yang melahirkan 3 jam setelah mengetahui dia hamil

Belinda Waite, 21, telah beberapa kali datang ke rumah sakit setempat selama 9 bulan terakhir dan dia diberitahu bahwa dia memiliki gangguan kehamilan yang serius. Kenyataannya, dia sedang mengandung seorang bayi perempuan yang sehat. Pada tanggal 6 Februari 2010, malam sebelum Louise lahir, Waite pergi ke rumah sakit dengan nyeri di seluruh tubuhnya. Pada jam 10 malam, dokter mengkonfirmasi bahwa ia hamil 3 bulan, tapi faktanya dia hamil 9 bulan, dan Louise tiba 4 1/2 jam kemudian pada 2:30 a.m. Miss Waite tinggal bersama partnernya Wyane Boyles, 28, ketika ia mendadak pergi kerja. Bayi putri mereka, Louise Boyles, lahir di rumah dengan bantuan Wayne, ibu Syliva.

7. Kembar yang lahir dengan jarak waktu 1 menit di tahun yang berbeda

Pasangan di Illionis Utara menyambut kelahiran putri mereka pada saat menit-menit terakhir 2010, dan putra mereka di menit pertama tahun 2011. Yang putri lahir pada jam 11.59 pm dan yang putra lahir 1 menit kemudian. Sang ayah, Brandon Lewis, mengatakan bahwa salah satu doktor menghitung menit-menit pada saat kelahiran tersebut.

8. Seorang ibu yang melahirkan seorang anak, lalu kembar, dan kemudian kembar 3

Seorang ibu dari New York bernama Natasha Wilson, pada awalnya melahirkan seorang anak, lalu tahun berikutnya melahirkan anak kembar. Sebelum kelahiran ke-3, ibu Natasha bercanda bahwa kehamilan berikutnya akan melahirkan kembar 3 (triplets). Dan ternyata benar, tahun berikutnya Natasha melahirkan kembar 3. Keenam anak yang dilahirkannya semuanya laki-laki, sementara Natasha berharap menginginkan anak perempuan.

9. Pasangan yang mempunyai kembar kulit putih dan kulit hitam, 2 kali

Pasangan campuran dari Inggris ini mengalami kejadian yang cukup aneh, mereka mempunyai anak kembar, yang satu berkulit hitam meniru ayahnya dan satunya lagi berkulit putih meniru ibunya. Dan kelahiran keduanya juga menghasilkan kembar yang sama dengan kasus yang pertama. Para ilmuwan berpendapat, bahwa memiliki 2 set kembar yang berpenampilan berbeda merupakan kejadian yang sangat langka.

10. Wanita yang melahirkan bayi yang hampir seukuran dengannya

Seorang wanita bernama Stacey Herald yang berukuran 72 cm, melahirkan bayi perempuan berukuran 46 cm yang tidak jauh lebih kecil dari dirinya. Kehamilan membuat perutnya besar yang mengakibatkan tubuhnya menjadi terlihat lucu. “Jika aku berbaring, aku akan tampak seperti bekicot”, katanya sambil tertawa. “Aku tampak seperti kentang Idaho dengan lengan dan kaki.”, tambahnya. 
 
Sumberhttp://ianinfo.blogspot.com/2012/09/httppotmediablogspotcom20120910-kisah.html

Rabu, 22 Agustus 2012

Janin Narsis,17 Minggu Tersenyum Saat Difoto USG


Aneh tapi nyata, hasil USG menangkap janin berusia 17 minggu sedang tersenyum riang. Hasil pemindaian ini diartikan bahwa bayi dapat mengalami perasaan seperti kebahagiaan dan sakit lebih awal yang diperkirakan sebelumnya. Padahal, sebelumnya, batas usia janin yang boleh diaborsi minimal 24 minggu.

Louise dan Sam Henry, kedua orangtua dari calon bayi tersebut mengaku terpesona melihat wajah senyum sang calon bayi. Louise yang merupakan penduduk Swallowfield, Berkshire diperkirakan akan melahirkan pada Januari 2011 mendatang."Perhatian utama Anda pada tahap kehamilan adalah calon bayi Anda sehat.

Tapi, bisa melihat janin tersenyum benar-benar fantastis," ucap Sam Henry seperti dikutip Daily Mail, Senin 11 Oktober 2010. Foto janin tersenyum tersebut mengundang kontroversi dari para dokter dan juru kampanye antiaborsi untuk menurunkan batas atas aborsi yang selama ini 24 minggu.

Alasannya bayi yang belum lahir pun sudah dapat merasakan rasa sakit sehingga aborsi merupakan tindakan tidak manusiawi. Orang yang mengambil foto bayi tersebut, Profesor Stuart Campbell mengatakan ekspresi janin dalam foto tersebut tidak selalu menunjukkan perasaan sang bayi namun yang pasti menunjukkan perilaku manusia.

Profesor Campbell, mengatakan ia tidak tahu apa yang menyebabkan calon bayi itu senyum. " [Mungkin] ini merupakan bagian dari urutan yang melibatkan menguap dan membuat gerakan pernafasan dan membuka kelopak mata dan, tentu saja, itu juga bisa membuat wajah menangis," ucapnya.

Sementara itu profesor kebidanan dan kedokteran janin di University College London Eric Jauniaux, mempunyai pendapat berbeda. Pada saat berusia 17 minggu, janin tidak dapat merasakan emosi ataupun perasaaan apapun."Rasa sakit dan perasaan dirasakah janin dari usia dari 24 atau 28 minggu. Pada usia 17 minggu koneksi antara otak dan seluruh tubuh sangat terbatas," kata dia.

Sumber

Senin, 20 Agustus 2012

Bayi Hebat, Kalahkan Kista yang Besarnya Seukuran Melon



Mia Molyneux 
Bayi ini lahir dengan kista di wajah yang berukuran sebesar melon. Beruntung dokter berhasil mengangkat tumor tersebut meski ia harus menerima tranfusi darah sebanyak 45 liter.

Mia Molyneux lahir dengan kista besar di sisi wajahnya, bahkan ukurannya lebih besar dari kepalanya sendiri. Ahli bedah berjuang untuk mengangkat pertumbuhan kista ini melalui operasi melelahkan selama 9 jam yang membuatnya butuh transfusi darah sebanyak 45 liter.

"Saya benar-benar ketakutan ketika ada sesuatu yang salah dengan Mia. Para dokter mendesak saya untuk mengakhiri kehamilan karena takut Mia mengalami kecacatan, tapi saya benar-benar menolak," ujar ibunya Michaela (20 tahun), seperti dikutip dariDailymail, Sabtu (18/8/2012).

Dokter menyadari ada sesuatu yang salah dengan kehamilan Michaela setelah hasil scan USG menunjukkan ada pembengkakan yang sangat besar di wajah bayi yang dikandung. Saat usia kehamilan 36 minggu, Michaela melakukan scan MRI dan diketahui Mia memiliki kombinasi venous-lymphatic malformation.



Ketika pembuluh darah ini berkembang tidak normal maka bisa menyebabkan pembengkakan lokal, serta terkadang pembuluh darah ini berkembang abnormal di daerah yang sama.

Operasi caesar pun akhirnya dipilih karena persalinan normal terlalu berbahaya. Dokter melakukan prosedur berisiko yang mana memasukkan ventilator ke tenggorokan Mia sebelum tali pusat dipotong untuk membantunya bernapas.

Saat itu ada 18 dokter dan perawat yang ikut di dalam ruang operasi. Dia terpaksa dilarikan ke unit perawatan intensif akibat masalah di paru-parunya setelah lahir. Ketika Mia berusia 6 hari, ahli bedah memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan kista.

Dokter bedah menjelaskan ada risiko kista ini pecah dan mereka tidak mampu mengontrolnya. Jika hal itu terjadi, maka tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk menolongnya.

"Saya merasa khawatir, tapi saya tahu bahwa dia berada di tangan para profesional dan paling aman. Mia mengalami pendarahan beberapa kali, tapi beruntung mereka bisa menghentikannya," ujar Michaela.

Setelah melakukan operasi selama 9 jam, Mia akhirnya keluar dari ruang operasi dan mulai melakukan pemulihan. Setelah operasi Mia terus dirawat oleh tim intensive care beberapa waktu sebelum akhirnya bisa dipindahkan ke bangsal bedah saraf.

"Ini adalah kasus yang sangat sulit dan langka dengan kondisi Mia yang sudah kritis. Risiko perdarahan juga menjadi tantangan, tapi beruntung kami bisa melakukannya dengan lesi yang sangat halus," ujar Dr Adam Donne, dokter bedah THT anak yang ikut operasi dari Alder Hey Children's Hospital.

Dr Donne menuturkan nantinya Mia membutuhkan operasi lebih lanjut, namun semua tim merasa senang dengan kemajuan yang sudah dimilikinya saat ini. Ini adalah contoh yang indah mengenai kerjasama yang baik untuk menyelamatkan nyawa bayi yang baru lahir.

Kini Mia telah berusia 20 minggu dan sudah kembali ke rumah keluarganya, ia pun tumbuh seperti balita normal pada umumnya. Orangtuanya pun merasa bangga dengan perjuangan Mia untuk bertahan hidup.
sumber