ads
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

Mitos tentang HIV & AIDS Di Dunia




Apakah gigitan nyamuk membawa risiko terinfeksi HIV?
HIV tidak menyebar melalui gigitan nyamuk atau gigitan serangga lainnya. Bahkan bila virus masuk ke dalam tubuh nyamuk atau serangga yang menggigit atau mengisap darah, virus tersebut tidak dapat mereproduksi dirinya dalam tubuh serangga. Karena serangga tidak dapat terinfeksi HIV, serangga tidak dapat menularkannya ke tubuh manusia yang digigitnya.

Apakah saya harus khawatir tertular HIV saat melakukan kegiatan olah raga?
Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan ketika seseorang melakukan olah raga.
Bisakah saya terkena HIV dari bersentuhan secara biasa? (berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi yang sedang bersin atau batuk)?
HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah, ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi lantaran anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV, atau terpapar batuk atau bersin penyandang infeksi HIV.

Apakah HIV hanya menjangkiti kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja?
Tidak. Setiap orang yang melakukan hubungan seks yang tak terlindungi, berbagi penggunaan alat suntikan, atau diberi transfusi dengan darah yang terkontaminasi dapat terinfeksi HIV. Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama masa kehamilan, selama proses persalinan, atau setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.
Sebanyak 90% kasus HIV merupakan akibat dari penularan seksual dan 60-70%kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual.

Apakah kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena HIV hanya dengan melihat dari penampilannya?
Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang menyandang HIV atau AIDS hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virus itu ke anda. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.

Bisakah saya terjangkit lebih dari satu infeksi menular seksual (IMS) pada saat yang bersamaan?
Ya. Anda dapat terkena lebih dari satu infeksi penyakit menular (IMS) pada saat yang bersamaan. Masing-masing infeksi memerlukan pengobatannya sendiri. Anda tidak dapat menjadi kebal terhadap IMS. Anda juga dapat terkena infeksi yang sama berkali-kali. Banyak pria dan wanita yang tidak merasa atau melihat gejala awal apapun ketika mereka pertama kali terinfeksi dengan IMS, kendatipun mereka masih bisa menulari pasangan seksualnya.

Ketika seseorang sedang menjalani terapi antiretroviral, dapatkan dia menularkan HIV kepada orang lain?
Terapi antiretroviral tidak dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun HIV masih tetap ada dalam tubuh, dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan, atau melalui ibu yang menyusui bayinya.
 
 

Senin, 10 September 2012

7 Mitos Keliru Soal Menopause

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan bertambahnya usia perempuan. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan.
Ada beberapa anggapan keliru soal menopause yang masih banyak dipercaya oleh kalangan perempuan. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang menopause dan kebenaran akan faktanya :
 
1. Menopause berarti Anda sudah tua
Faktanya:
Rata-rata usia menopause seorang perempuan adalah 51 tahun dan usia ini tidaklah terlalu tua untuk jaman sekarang. Bahkan, beberapa perempuan sudah memasuki masa menopause pada usia 28 tahun  yang mana fenomena ini disebut menopause dini.  Penyebab menopause dini belum diketahui secara pasti, meskipun ada yang mengaitkannya dengan pengaruh dari faktor genetik. Beberapa perempuan biasanya memasuki masa menopause dini karena penyakit atau pengangkatan indung telur saat operasi.

2. Mudah gemuk
Faktanya:
Banyak wanita mengeluhkan berat badan mereka bertambah mendekati masa menopause. Perlu diketahui, bertambahnya berat badan bukan disebabkan karena Anda mengalami menopause, melainkan karena faktor penuaan, ini juga terjadi pada pria.  Dengan menjaga pola diet dan melakukan aktivitas fisik yang teratur -  (latihan kekuatan penting artinya untuk membakar kalori) - Anda dapat melewati  menopause tanpa mengalami penambahan berat badan.

3. Setiap wanita alami depresi saat menopause
Faktanya:
Studi menunjukkan, kebanyakan perempuan dengan menopause tidak mempunyai masalah terkait mood atau suasana hati. Beberapa riset bahkan melaporkan, usia antara 45-55 tahun merupakan masa-masa terbaik dari kehidupan seorang perempuan..

Perasaan mudah tersinggung, umumnya sering disebabkan oleh hot flashes dan masalah tidur tidak terdiagnosis. Hot flashes terjadi akibat perubahan kadar hormon dengan gejala seperti rasa panas yang berlebihan. Penyebab lain yang mungkin adalah efek samping dari obat atau masalah tiroid yang tidak terdiagnosis.

4. Menopause merusak kulit Anda
Faktanya:
Secara bertahap, kulit Anda tidak akan menjadi lebih rapuh atau rusak karena menopause. Tetapi kerusakan kulit umumnya disebabkan karena beberapa faktor seperti paparan sinar matahari, merokok dan genetika. Merokok dapat mempercepat proses keriput pada kulit. Beberapa penelitian menunjukkan, individu yang merokok biasanya terlihat lebih tua ketimbang  mereka yang tidak merokok. Jika Anda ingin menjaga kulit tetap terawat, gunakan tabir surya dan jauhi asap rokok.

5. Kehidupan seks Anda sudah berakhir
Faktanya:
Masalah hormon bukan satu-satunya yang memengaruhi hasrat seseorang untuk melakukan hubungan seksual. Beberapa hal lain seperti kualitas hubungan, pendidikan, perasaan tentang tubuh sendiri, tingkat stres, dan bahkan kualitas tidur, semuanya juga bisa mempengaruhi kehidupan seks seorang perempuan.

6. Menopause sengsara bagi semua orang
Faktanya:
Ada sejumlah besar variasi bagaimana menopause mempengaruhi perempuan. Hampir tiga perempat di antaranya mengalami hot flashes, gejala menopause paling umum, tetapi hanya sebagian kecil mengatakan hot flashes sangat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.
Justru banyak perempuan yang mengaku senang memasuki periode menopause dan mengatakan bahwa mereka dapat menikmati aktivitas seks karena tidak perlu khawatir akan risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

7. Setiap orang membutuhkan "pengganti" hormon
Faktanya: Ketika beberapa tenaga kesehatan (dokter) percaya bahwa mengonsumsi estrogen dapat mencegah penyakit jantung dan demensia, mayoritas perempuan yang memasuki masa menopause justru tidak melakukan terapi hormon. Saat ini, kebanyakan perempuan jarang yang melakukan terapi hormon karena beberapa dokter menyadari tentang potensi bahaya, yang mencakup peningkatan risiko kanker payudara dan masalah kardiovaskular.